Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Rabu, 01 Februari 2012

    Kayo (taka)

    Kayo, adalah taka ataupun tek-tek(ind: potongan) bagian-bagian jukut(daging) dan tulan(tulang) dari tubuh hewan yang dipotong dalam sebuah lakon/kerja-kerja(ind: acara, pesta, hajatan) dalam masyarakat Karo, baik itu kerja nereh-empo(pernikahan), idilo Dibata/simate-mate(kematian), mengket rumah si mbaru(masuk rumah baru), dll.

    Pembagian kayo ini didasarkan atas kundulen(kedudukan dalam adat) sipenerima kayo itu dalam keluarga si pemberi(si er-kerja/yang memiliki hajatan).

    Dalam pelaksanaanya saat ini, kayo yang dibagikan hanya ada tiga bahagian, yaitu: (1)tulan putur: yang diberikan untuk kelompok Kalimbubu, (2) tulan ikur: untuk kelompok Anak Beru, dan (3) tan baju: yang diberikan untuk kelompok Penggual(pemusik, protokol, panitia dalam hajatan).!

    Pada zaman dahulu(masa adat siadi), kayo yang dibagikan ada sebanyak dua puluh(20) bagian, adapun ke-20 kayo itu, yakni:


    Kayo ataupun taka-taka(potongan) jukut(daging) dan tulan(tulang) dari hewan yang disembelih dalam sebuah hajatan Karo yang dibagi-bagikan.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!