Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Rabu, 06 Februari 2013

    Taneh Karo Simalem



    Taneh Karo Simalem adalah sebutan untuk wilayah-wilayah adat etnis Karo, atau dengan katalain merupakan wilayah domisili asli, kekuasaan(penteken(bentukan) ataupun rampasan), dan tanah ulayat dari masyarakat etnis Karo, yang secara keseluruhan terletak di pesisir pantai timur Pulau Sumatera ataupun eks kresidenan Sumatera Timur, serta dataran tinggi Karo di pegunungan bukit barisan di bagian barat daya dan utara Pulau Sumatera. Secara umum, wilayah Taneh Karo ini merupakan bekas-bekas wilayah dari Kerajaan Aroe(Haru : Karo Tua) yang jika ditarik garis vertikal – horizontal, meliputi Kuta Raja(Skrg: Banda Aceh) hingga Sungai Siak di pingggiran Kota Pekan Baru, Riau Sekarang; dan dari Singkil hingga Teluk Aru di Langkat. Nama Taneh Karo juga diberikan untuk nama salah satu kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Karo.




     
    Video yang menunjukan keindahan Taneh Karo

    Taneh Karo Simalem(by: Rudang Group)

    Sebutan ataupun julukan lain yang paling populer kepada Taneh Karo adalah “Bumi Turang.” Turang jika kita terjemahkan secara harafiah kedalam bahasa Indonesia dari cakap(bahasa) Karo, berarti: persaudaraan beda gender(jenis kelamin), misalkan: wanita dengan pria; pria dengan wanita. Jadi, dalam hal ini ada perbedaan yang sangat mencolok, sebab jika serupa/sama bukan disebut turang melainkan senina. Karo(Aroe) sebagai bangsa yang besar, tentunya sudah terbiasa dengan interaksi dengan beragam budaya, sehingga melihat, merasakan, dan selanjutnya menerima perbedaan sudah menjadi hal yang biasa dalam keseharianya. Dikatakan Bumi Turang ini sangat masuk akal dan pantaslah Taneh Karo mendapat julukan itu, mengingat semua suku bangsa dapat tinggal, hidup, dan mencari nafkan di wilayah Taneh Karo dengan aman, nyaman, dan tentram(maka disebut Simalem). Selain simalem, Bumi Turang, masih banyak lagi julukan yang diberikan kepada Taneh Karo Simalem, seperti surga sayur Asia, tanah surgawi, Paris van Sumatera, tanah raja(sibayak), taneh mehuli, kuta kemulihen, kuta mulawari(awal dari segalanya) taneh simbisa, dlsb dan hal ini tentunya memberi alasan yang mendasar serta menunjukkan betapa dikenalnya Taneh Karo ini sehingga muncul banyak julukan-julukan yang dilebelkan oleh orang diluar Taneh Karo dan etnis Karo itu kepadanya.

           Namun, setelah penataan dan pembagian wilayah masa kolonial Belanda(Residentie Simaloengoen end Karolanden) dan memasuki masa NKRI, maka wilayah-wilayah Taneh Karo itu semakin menyempit dan bahkan beberapa wilayah menjadi kabur dan menghilang. Beriku adalah wailayah Taneh Karo yang masih tersisa dan teridentifikasi sesuai dengan tradisi, kepercayaan, serta hasil rekomendasi dari Kongres Budaya Karo, pada tanggal 03 Desember 1995 di Berastagi.

    5. Sebagian besar wilayah Kabupaten Serdang Bedagai
    7. Kabupaten Dairi
    - Kec. Taneh Pinem
    - Kec. Tiga Lingga
    - Kec. Gunung Sitember
    8. Kabupaten Aceh Tenggara
                - Kec. Lau Sigala-gala
                - Kec. Simpang Simadam
    9. Beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun, dll.
               
    Sebutan Taneh Karo sekarang ini juga sudah semakin menyempit, dan bahkan kini Taneh Karo dipandang hanya sebatas wilayah Kabupaten Karo. Tidak tahu mengapa demikian, siapa yang mencetuskan, dan motifnya, hanya saja anehnya generasi Karo sekarang ini juga pasrah menerima setiap vonis dan lebelisasi yang diberikan orang diluar Karo kepada etnis Karo tersebut. Aneh juga orang Karo ini ya? Hehehe…
               
    Selain itu, kata Taneh Karo Simalem juga pernah menjadi sebuah judul dari syair dan lagu karya komponis nasional asal Seberaya, Kab. Karo Djaga Sembiring Depari(Djaga Depari), yang juga merupakan komponis dari Piso Surit, Sora Mido, Erkata bedil, Turang, Mejuah-juah, dll. Lagu dan syair Taneh Karo Simalem ini juga tidak terlepaskan dari kehidupan masyarakat Karo, apalagi dimasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Repoblik Indonesia. Dimana, lagu ini dapat berperan sebagai motiasi dan pemersatu segenap lapisan masyarakat di Taneh Karo khususnya etnis Karo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berikut syair dari Taneh Karo Simalem.
      
    "Taneh Karo Simalem"

    Kutatap ras kutulihken
    Taneh ingan kemulihen
    Ku jabu ku tengah-tengah bage
    Taneh karo mejile
    O, Taneh Karo Simalem
    Inganta cio cilinggem
    O, Taneh Karo Simalem
    Inganta cio cilinggem

    Meganjang kel beritana
    Sebelang-belang dunia
    Mehamat kel kap jelmana kerina
    Sada pe la lit si jegirna
    O, Taneh Karo Simalem
    Inganta cio cilinggem
    O, Taneh Karo Simalem
    Inganta cio cilinggem

    Reff:
    I kepar lawit siapai kin ndia
    Kecibalenku kin gia
    Keleng kel ateku ia
    Lakap erleka-leka

    O, Taneh Karo Simalem
    Inganta cio cilinggem
    O, Taneh Karo Simal
    Inganta cio cilinggem

    Berikut  video dari lagu Taneh Karo Simalem yang ada di youtube.

    Taneh Karo Simalem(lagu kebangsaan masyarakat Karo)
    karya: Djaga Depari

    Syair dan lagu karya Djaga Depari ini sendiri, jika dapat saya katakan dan mungkin Anda-anda sekalian yang mengetahuinya juga akan sependapat dengan saya, kalau ini dapat dikatakan lagu kebangsaanya masyarakat Karo. Karena selain sebagai penyejuk dalam irama lagunya juga sebagai penyejuk, motivator, dan pemersatu dalam hal syairnya.

    Dalam perkembangan Taneh Karo dan Repoblik Indoesia ini, Karo sebagai wilayah dan suku asli nusantara juga ikut berkembang. Teterlibatan putra/I Karo dalam masa-masa perjuangan, kemerdekean, hingga reformasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai eks Kerajaan Aroe yang pernah eksis dan tampil menjadi salah satu kerajaan kuat di Pulau Sumatera, demikian juga generasi Aroe yakni Karo juga terus berjuang untuk tampil dan berkarya dalam segala hal, baik dibidang pendidikan, ekonomi, militer, politik, dan seni.

    Dalam hal kesenian, Karo dan Taneh Karo Simalem memberikan kontribusi yang cukup membanggakan bagi warna-warni serta menambah refrensi dunia seni nusantara. Beberapa karya seni yang berbau Karo yang pernah dikenal diantaranya: Piso Surit(syair/lagu/film/tari), Turang(syair/lagu/film), Syair/lagu: Taneh Karo Simalem, Family Taxi, Erkata Bedil, Sora Mido, Kristina, Mbiring Manggis(tari/syair/lagu), Roti Manis(tari/syair/lagu), Terang Bulan(tari/syair/lagu), Mbaba Kampil, Merjuah-juah, dll yang bukan hanya dikenal disekitaran masyarakat Karo saja, melainkan dalam sekala nasional bahkan internasional. Semoga Taneh Karo tetap jaya dan menjadi simalem(penyejuk) bagi seluruh suku bangsa yang mendiaminya terkhususnya bagi etnis Karo sendiri. Mejuah-juah.

               
    Taneh Karo Simalem in Rock'R





    Comments
    5 Comments

    5 komentar:

    1. mejuah juah kam kerina
      "SALAM HANGAT DARI GUNUNG SIBAYAK"

      BalasHapus
      Balasan
      1. GUNUG SIBAYAK dingin pal.
        Hahaha...
        Salam Mejuah-juah ahmad taufik srg.

        Hapus
      2. Mejuah-juah
        Sentabi Kota Makassar Nari
        Mejauh-juah

        Hapus
      3. Salam lebih hangat dari Kota Medan Simalem, Impal Toufik. :D
        Mejuah-juah.

        Hapus

    Mejuah-juah!