Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Senin, 11 Februari 2013

    Belo bujur

    Belo bujur satu dari sekian banyak kuankuanen/anding-andingen(perumpamaan) dalam kehidupan masyarakat Karo. Adapun arti dari belo bujur ini jika diterjemahkan secara harafiah, yang dimana terdiri dari kata belo yang artinya “sirih” dan bujur yang memiliki beberapa arti, diantaranya “trimakasih”, “baik hati”, "adil", dan dalam kajian kita kali ini mungkin lebih tepatnya adalah “jujur”. Sehingga, jika kita ikuti petunjuk didepan maka berarti sirih kejujuran, mengapa demikian? Dan, apa sebenarnya makna yang terkandung didalamnya?

    Mengapa dikatakan belo bujur? Coba rasakan belo(sirih). Dalam tradisi Karo sering mengatakan: “ sebab labo lit si bujurna i babo doni enda seakatan bagi belo, mulai urat, batang, kulit, bulung, seh ku bungana ugapa pe nanamna seri, la terpersoken” yang artinya dalam bahasa Indonesia: sebab tiada yang paling adil daripada sirih di muka bumi ini, dimana dari akar, batang, kulit, daun, hingga bunganya bagaimanapun rasanya sama dan tak terhindari(terpungkiri). Itulah sebabnya mengapa dalam setiap acara masyarakat Karo selalu ada disediakan belo bujur ini, sebagai simbol bujur perukuren, yakni: melambangkan hati yang baik dan jujur, sehingga terjadi suasana yang adil.

    Hal ini juga mengingatkan saya pada kata senina, yang dimana se = satu, sama dan nina = katanya, hendaknya, maunya. Jadi senina = seia  sekata. Sama halnya seperti belo tadi walau tidak begitu persis, namun dalam hal ini ada suatu kesepahaman dan kesamaan visi, sehingga terjadilah keadilan. Mejuah-juah.


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!