Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Rabu, 14 November 2012

    Kota Medan

    Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia yang juga merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara. Dipercaya, kota Medan berdiri sekitar abad ke-16 M dan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang adalah seorang pengelana asal Aji Jahe di dataran tinggi Karo. Asal muasal kata Medan sendiri diyakini berasal dari cakap(bahasa) Karo yang berasal dari kata mada'an(sembuh, kesembuhan), yang awalnya merupakan perkampungan kecil diantara sungai Deli dengan sungai Babura yang kemudian menjadi Kuta(kampung) Medan. Kejadian ini diyakini terjadi tanggal 01 Juli 1590 yang diperingati sebagai hari jadi kota Medan.

    Mesjid Raya Medan
    John Anderson, saat melakukan kunjungannya ke Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan yang sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur(Oaskust) serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan seorang Tionghoa.
                                                                                                
    Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.
    Sebagai salah satu kota penting semenjak masa kolonial Belanda hingga sekarang, Medan pastilah menjadi salah satu kota tujuan migrasi, baik hanya sebagai tempat menetap sementara maupun menetap secara permanen. Adapun suku asli yang menghuni kota Medan sebelum kedatangan Belanda adalah suku Karo dan Melayu, dan dikemudaian hari berdatangan gelombang migrasi dari wilayah-wilayah sekitar, seperti Simalungun, Tapanuli, Aceh, Sumatera Barat, Jawa, dan bahkan dari Timur Tengah, Asia Timur, dll. 

    Mejuah-juah Kota Medan!

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!