Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Kamis, 28 Februari 2013

    Kontes blog Karo 2013 terancam batal terlaksana


          Memasuki tahun 2013 bayak rencana dan harapan akan ditahun ini segala sesuatu lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, terkhususnya jika berbalik memandang ke tahun 2012 yang baru berlalu lebih kurang memasuki bulan ke dua.

    Kontes blog Karo 2013 terancam batal/gagal terlaksana.     Di awal tahun, dimana aktifitas masih lengah dan sepi, muncul sebuah gagasan disalah satu group(komunitas) Karo online untuk mengadakan sebuah kontes Karo, yang kemudian disepakati akan melaksanakan kontes dengan judul “Kontes Blog Karo 2013”. Respon positif dan sambutan baik ditunjukkan oleh masyarakat khususnya gererasi muda Karo dan yang menaruh perhatian serta minat terhadap budaya Karo di alam maya tersebut yang menumbuhkan rasa optimis bahwa kontes ini akan berjalan lancar dan memberi efek yang positif dalam pelestarian budaya Karo. Namun, optimisme tidaklah cukup tanpa ada aksi dalam merealisasikan hal tersebut. Dimana, sebualan sudah gagasan itu terlontarkan, namun hingga samapi saat sekarang ini belum juga ada tanda-tanda akan terealisasi. Alsannya, dukungan admin terhadap kegiatan ini tidak mencapai sekurang-kurangnya 30% respon pun dari admin yang ada di group tersebut, sehingga Kontes Blog Karo 2013 ini terancam tidak terselenggara, ataupun gagal dilaksanakan!

          Demikianlah kondisi sementara yang dapat kami simpulkan, namun ini bukanlah mutlak karena tahun 2013 masih menyisakan sekurang-kurannya 10 bulan lagi yang harus dilalui, dan di tahun ular ini… kita juga haruslah seperti ular yang sabar dalam mengintai mangsa serta memilih posisi, lokasi, serta waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi, maka apakah kita juga demikian; harus sabar dan menanti waktu yang tepat? Kita coba bersabar dan menanti, semoga ada berita dan respon yang baik dihari esok demi kekaroan yang lebih maju. Mejuah-juah.


    ViralGen Referral Shopping
    Klik untuk bergabung atau berbelanja product

    Lihat " iklan baris " di Rudang Rakyat Sirulo.


    Rabu, 27 Februari 2013

    Mengenal GIKI lebih dekat

         Gereja Injili Karo Indonesia. Jika kita mencoba mengenal lebih dekat 'Gereja Injili Karo Indonesia' maka agapan-anggapan semula tentang gereja GIKI yang dalam benak banya orang merupakan gereja yang pentakostalisme yang anti akan budaya lambat laun akan sirna dari benak kita, jika melihat ritual, konteks teologi, simbol, dan komunikasi teologi yang diterapkan di gereja yang dinominasi suku Karo tersebut, maka 180 drajat itu akan berubah. Berikut penelusuran saya tentang 'Gereja Injili Karo Indonesia' yang sengaja saya sajikan dalam bentuk kotak pesan yang memang saya terima melalui kotak pesan akun facebook saya.






    Buletin Sinalsa:Media komunikasi, pengkabaran injil, dan informasi bagi jemaat GIKI
    Buletin Sinalsal (indo = terang)GIKI
    Buletin Sinalsal GIKI adalah media publikasi, informasi, pengkabaran, dan komunikasi bagi jemaat GIKI, yang bukan hanya membahas tentang gereja dan teologi, tetapi tabloid ini juga turut membahas mengenai kesehatan, kemasyarakatan, dan tips-tips dalam aktifitas sehari-hari, serta tidak ketinggalan membahas tentang  budaya Karo dalam kolom bina budaya-nya.



    Semoga bermanfaat bagi pembaca, terkhususnya masyarakat Kristen Karo. Mejuah-juah.

    Lihat iklan Baris Rudang Rakyat Sirulo untuk melihat!


    Selasa, 26 Februari 2013

    Gereja dan Budaya Ibarat rel kereta!


    Gedung gereja Katolik di Berastagi 
    yang kini dialih-fungsikan menjadi
    Museum Pusaka Karo.
    Mejuah-juah. Sejarah pernah mencatat masa-masa kejayaan gereja Asia. Diama perkembangan kebudayaan gereja, teologia, dan pelonjakan jumlah jemaat yang signifikan. Namun, sejarah juga mencatat bahwa pada abad ke-15 Masehi terjadi kemerosotan yang radikal terhadap keberadaan gereja-gereja di Asia, bahkan hampir lenyap dari benua kulit berwarna ini. 
    Jika kita menelaah Alkitab, banyak gereja-gereja yang disebutkan di Asia kecil kini tidak ada lagi. Turki, yang dulunya pernah menjadi rumahnya gereja-gereja berkembang kemudian menjadi gereja terbesar yang disebut Konstatinopel kini menjadi negara 1001 masjid.

    Tiga penyebab utama kemerosotan gereja

    Dalam buku “Konteks Bertheologi” karangan Pdt. Edi Suranta Ginting dikatakan, tiga penyebab utama terjadinya kemerosotan kekeristenan di abad ke-15. Pertama, gereja tidak lagi memberitakan injil, mungkin karena dilarang oleh penguasa yang bukan Keristen, maupun alasan theologis dan politis lainnya, bahkan karena gereja terlalu sibuk dengan urusan birokrasi organisasi gereja. Kedua, karena orang-orang Kristen lebih bodoh dan lebih miskin daripada orang-orang yang bukan Kristen. Tiga, karena kekeristenan tidak berakar pada budaya lokal ataupun setempat.

    Gereja yang tidak berakar pada budaya lokal

    Di Kartago, Aljazair(sekarang) dimana merupakan tempat lahirnya tiga teologi besar gereja, yakni: Cyprianus, Tertulianus, dan Agustinus juga mengalami hal demikian, dimana gereja yang tumbuh dan berkembang tidak berakarkan pada tradisi budaya setempat. Gereja Nestorian yang pernah berjaya dan pernah mendirikan bayank gereja di berbagai negara pada abad ke-7, seperti di India, Iran, Cina, dan bahkan Indonesia kini entah dimana.

    Nyata terjadi pada gereja-gereja di Indonesia

    Ini sangatlah tampak nyata dan juga terjadi pada gereja-gereja di Indonesia. Dimana, jika kita melihat diawal-awal proses zending, para missionaris berusaha keras melakukan pendekatan sosial dan kultural agar gereja dapat akses untuk dapat semakin dekat dan diterima oleh masyarakat lokal. Unsur-unsur tradisi setempat sedemikian rupa diramu agar dapat dimasukkan dalam ritual gereja bahkan, merasuk hingga konteks teologia yang dianut gereja tersebut. Sehingga, gereja dan budaya itu ibarat rel kereta, walau terpisah dan berbeda ruang namun tetap sejalan dan seakan harus semestinya berjalan bersama, sebab jika tidak, ibarat kereta tadi tidak akan dapat berdiri tegak diatas satu rel, bahkan akan terjungkal. Demikianlah gereja dan budaya dimasa-masa mula-mula zending seakan harus sejalan agar mudan dimengerti dan diterima.

    Di beberapa wilayah memang hal ini berhasil, tampak dengan keberadaan gereja-gereja suku dan gereja Khatolik inkulturisasi yang ada sekarang, walapun tidak jarang beberapa orang dan kelompok yang kurang puas dengan prinsip ritual dan teologis di gereja itu hendak menggesernya dan menerapkan konsep kembali kepada konteks teologi dan ritual gereja Barat yang dianggap lebih suci dan sesuai.

    Pertentangan dalam gereja

    Seiring dengan berkembangnya gereja dan pemahaman teologis yang dianutnya, maka tak jarang pemikiran-pemikirang untuk mempertentangkan keberadaan budaya dalam tubuh gereja muncul dan semakin hari semakin keras. Ada yang beranggapan ini imbas dari tumbuh dan bangkitnya semangat dan kesadaran iman, yang dimana kekafiran yang menodai tubuh gereja salah satunya tradisi lokal harus dihindari bahkan sebisa mungkin dilenyapkan dari sekitar gereja, agar semua umat tidak tersesatkan lagi oleh kekafiran tersebut. Namun, pertanyaanya, benarkan ini kebangkitan iman? Atau hanya alasan untuk menutupi kelemahan dan kegagalan gereja dalam merangkul dan menyempurnakan budaya lokal, serta menguatkan iman jemaat? Atau, kedewasaan iman yang masih dangkal imbas dari kekeristenan yang terkesan pragmatis, sehingga yang bukan saya adalah setan?

    Kini kereta lokomotif uap dengan bahan bakar batu bara diganti dengan lokomotif listrik yang lebih kencang walau masih juga melaju diatas dua rel yang sejajar. Demikian juga halnya gereja konservatif yang dianggap lamban karena terlalu memikirkan harmonisasi dengan budaya dan alam dianggap lamban dalam proses kristenisasi dunia, sehingga harus diganti dengan gereja baru. Ini-lah salah satu alasan lahirnya aliran-aliran dan reformis gereja. Gereja baru ini-lah yang seringkali berusaha keras memisahkan injil dan budaya dalam mengartikan keselarasan antara gereja dan budaya, sehingga para reformis yang terus haus dengan kemurnian gereja ini terus berinovasi dalam doktrin dan ritual untuk benar-benar mentiadakan unsur budaya dalam tubuh gereja, maka lokomotif listrik dengan dua rel tadi-pun kemudian di-upgrade dengan kereta listrik mono rel(rel tunggal) agar dapat melaju lebih kencang dan cukup berdiri diatas satu rel saja, yakni gereja yang hanya berecerita tentang ketuhanan saja.

    Benarkah kerta itu akan melaju lebih 
    kencang dengan...

    Cuma, muncul kembali pertanyaan. Benarkan kereta itu akan dapat melaju lebih kencang dengan aman diatas satu rel saja? Dan, nyamankah jemaat yang terbiasa duduk diatas bangku kereta dengan dua rel tetapi kini harus duduk diatas kereta dengan rel tunggal? Dan, jika kita kembali ke masa-masa kejayaan gereja Khatolik-Roma dan juga gereja Asia hingga memasuki abad ke-15 dimana kemerosotan itu terjadi, maka benarkah gereja ini menuju kemajuan atau hanya mengulang cerita lama dan kemudian suatu saat harus kembali dari titik dasar.
          
    Asia dan kebudayaanya akan...

    Asia dan kebudayaannya diprediksikan akan berjaya dan memegang peran penting dalam segala aspek kehidupan dunia. Gambaran yang kita lihat sekarang ini, jika muncul pertanyaan siapakah yang akan memimpin(tentunya dari Asia)? Maka, perhatian akan tertuju kepada Cina, Jepang, India, Korea, dan Iran(Indonesia?). Jika kita amati negara-negara tersebut, maka bisa kita katakan mereka adalah negara yang kontekstual Asia. Sederhananya, jika kita ke pasar baik modern maupun tradisional, dengan mudah kita dapat mengidentifikasi itu orang Cina, itu orang India, dlsb. Seorang anak usia 3 tahun sudah mampu membedakan mana film Hollywood, mana film Bollywood, dan mana film Cina, Korea dan Jepang. Karena mereka kontekstual dalam segala hal. Sanggupkah anak usia 3 tahun membedakan mana film Australia, Inggris, dan Amerika? Kontekstual mereka terhadap budaya Asia membuktikan mereka sanggup bertahan dan bahkan menjadi pemeran penting dalam skenario drama dunia. Begitu juga dengan konteks dalam teologia. Asia yang lebih mengedepankan harmonisasi terkadang tampak lamban namun melaju dengan pasti seperti halnya lokomotif uap antik dengan dua rel dan memberi kesan serta kenyamanan dalam perjalanan bagi para pemumpangnya, sehingga tumbuh rasa kerinduan untuk mengulang kesan-kesan itu. Sedangkan konteks Barat yang lebih kepada eksploitasi dan tampak agresif, sampai mana akan terus agresif ? Dan, yakinkah akan sesuai dengan kita selamanya? Jangan nanti hanya memiliki kesan sementara seperti halnya menaiki kereta rel tunggal dengan kecepatan diatas 150 km/jam yang untuk melihat pemandangan disekitar jalur yang dilalui mata harus secepat kilat untuk menangkap sebuah objek dan secepat itu juga pudar dalam ingatan. Atau saat menaiki kereta listrik rel tunggal yang melaju santai di kota, dimana jika penumpang memandang ke luar hanya ada aktifitas kehidupan dibawahnya dan jika memandang ke samping hanya gedung-gedung yang tampak seperti komponen elektronik, dan jika memandang ke atas hanya ada awan kosong. Siapa yang melindas dan siapa yang dilindas, siapa yang tahu? Saat konteks Asia akan berperan, jangan sampai Asia tidak siap dan para sarjana harus kembali membuka buku pelajaran Sekolah Dasar. Mungkin saya akan memilih lokomotif listrik dengan dua rel bahkan jika masih ada kesempatan ingin melaju diatas lokomotif uap antik agar perjalanan iman ini lebih berkesan dan bertumbuh dari hati karena bayang-bayang keindahan yang dilalui selama duduk di bangku penumpang, bukan karena trend yang berkembang ataupun opini publik semata. Syalom mejuah-juah.
                     
     Baca juga:

    Senin, 25 Februari 2013

    Gereja yang didominasi etnis Angkola


    GKPA



    Gereja Kristen Protestan Angkola(GKPA)
    Logo GKPA


    Nama: Gereja Kristen Protestan Angkola; Disingka: GKPA; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Ephorus; Berdiri: 1940-an dari proses pemisahan dengan HKBP; Wilayah penyebaran: Indonesia; Situs web resmi: - ; Kantor Sinode: Jl. Teku Umar No. 102, Padangsidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.





    Jika Anda memiliki informasi lainnya tentang gereja yang didominasi etnis Angkola untuk ditambahkan pada posting ini, Anda dapat membaginya langsung pada kolom komentar, ataupun mengirim e-mail ke: bastanta.meliala@gmail.com

    Berikut daftar gereja-gereja yang dinominasi etnis-etnis dari Sumatera Utara lainnya:
    1. Batak : HKBP, GKPI, HKI, HKIP, GMB, GKLI, GPKB, dan GPP
    2. Nias : BNKP, AFY, ONKP, dan AMIN
    3. Simalungun : GKPS
    4. Karo : GBKP dan GIKI
    5. Pakpak(Dairi) : GKPPD

    Gereja yang didominasi etnis Pakpak(Dairi)

    GKPPD
    Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi(GKPPD)
    Logo GKPPD


    Nama: Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi; Disingkat: GKPPD; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 25 Agustus 1991 dari hasil Zending HKBP dan kemudian memisahkan diri; Situs web resmi: http://gkppd.blogspot.com; Kantor sinode: Jl. Air Bersih, Complex Centrum GKPPD, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. 




    Jika Anda memiliki informasi lainnya tentang gereja yang didominasi etnis Pakpak(Dairi) untuk ditambahkan pada posting ini, Anda dapat membaginya langsung pada kolom komentar, ataupun mengirim e-mail ke: bastanta.meliala@gmail.com

    Berikut daftar gereja-gereja yang dinominasi etnis-etnis dari Sumatera Utara lainnya:
    1. Batak : HKBP, GKPI, HKI, HKIP, GMB, GKLI, GPKB, dan GPP
    2. Nias : BNKP, AFY, ONKP, dan AMIN
    3. Simalungun : GKPS
    4. Karo : GBKP dan GIKI
    5. Angkola : GKPA

    Gereja yang didominasi etnis Simalungun

    GKPS
    Gereja Kristen Protestan Simalungun(GKPS)
    Logo GKPS



    Nama: Gereja Kristen Protestan Simalungun; Disingkat: GKPS; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran; Pimpinan gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 01 September 1963 melalui penginjilan RMG 1903 dan pemisahan dengan HKBP; Situs web resmi: http://www.gkps.or.id; Alamat sinode: Jl. Pdt. J. Wismar Saragih, Pematang Siantar, Sumatera Utara.




    Jika Anda memiliki informasi lainnya tentang gereja yang didominasi etnis Simalungun untuk ditambahkan pada posting ini, Anda dapat membaginya langsung pada kolom komentar, ataupun mengirim e-mail ke: bastanta.meliala@gmail.com



    Berikut daftar gereja-gereja yang dinominasi etnis-etnis dari Sumatera Utara lainnya:
    1. Batak : HKBP, GKPI, HKI, HKIP, GMB, GKLI, GPKB, dan GPP
    2. Nias : BNKP, AFY, ONKP, dan AMIN
    3. Karo : GBKP dan GIKI
    4. Angkola : GKPA
    5. Pakpak(Dairi) : GKPPD

    Gereja yang didominasi etnis Nias


    a. BNKP



    Banua Niha Keriso Protestan(BNKP)
    Logo BNKP







    Nama: Banua Niha Keriso Protestan; Disingkat: BNKP; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 1936 melalui proses penginjilan Rheinische Missionsgesselschaft (RMG: Jerman)e-mailE-mail: biroprogram@yahoo.com;  sinodebnkp@yahoo.com; Kantor sinode: Jl. Soekarno No. 22, Gunung Sitoli, Nias, SUmatera Utara. 







    b. AFY
    Nama: Angowuloa Fa'awosa kho Yesu; Disingkat: AFY; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran:Indonesia; Berdiri: 25 November 1925; Kantor sinode: Jl. Diponegoro, Gg Setia No. 9B, Kelurahan Ilir, Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara.

    c. ONKP
    Orahua Niha Keriso Protestan(ONKP)
    Logo ONKP

    Nama: Orahua Niha Keriso Protestan; Disingkat: ONKP; Pimpinan Gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 07 Juni 1947 melalui proses penginjilan Rheinische Missions-Gesselschft(RMG: Jerman) dan memisahkan diri dari BNKP; Situs web resmi: http://onkp.wordpress.com; Kantor sinode: Tugala Lahomi, Kecamatan Sirombu 22863, Nias, Sumatera Utara.





    d. AMIN

    Nama: Angowuloa Masehi Indonesia Nias; Disingkat: Amin; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 12 Mei 1946 memisahkan diri dari BNKP; Kantor sinode: Jl. Gereja AMIN No. 48, Desa Tetehosi I, Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara.



    Jika Anda memiliki informasi lainnya tentang gereja yang didominasi etnis Nias untuk ditambahkan pada posting ini, Anda dapat membaginya langsung pada kolom komentar, ataupun mengirim e-mail ke: bastanta.meliala@gmail.com

    Berikut daftar gereja-gereja yang dinominasi etnis-etnis dari Sumatera Utara lainnya:
    1. Batak : HKBP, GKPI, HKI, HKIP, GMB, GKLI, GPKB, dan GPP
    2. Simalungun : GKPS
    3. Karo : GBKP dan GIKI
    4. Angkola : GKPA
    5. Pakpak(Dairi) : GKPPD






    Gereja yang didominasi etnis Batak


    Gereja yang didominasi Etnis Batak
    (Batak Toba, Batak Humbang, Batak Silindung, Batak Samosir)

       a. HKBP
    Logo HKBP
    Logo HKBP


    Nama: Huri Kristen Batak Protestan; Disingkat: HKBP; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran;  Pinpinan Gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat; Berdiri: 7 Oktober 1861 dari missi Injil : Rheinische Missionsgesellschaft(RMG) dari Jerman ; Situs web resmi: http://www.hkbp.or.id ; Kantor Sinode: Pearaja, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.






    b. G K P I
    Logo GKPI
    Logo GKPI
    Nama: Gereja Kristen Protestan Indonesia; Disingkat: GKPI; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran; Pimpinan Gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia, Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Serikat; Berdiri: 30 Agustus 1964 dari hasil pemisahan dengan HKBP; Situs web resmi: http://www.gkpi.or.id; Kantor sinode: Jl. Kapt. H. M. Sitorus No.  13, Pematangsiantar, Sumatera Utara. 


    c. HKI
    Logo HKI
    Logo HKI
    Nama: Huria Kristen Indonesia; Disingkat: HKI; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran; Pimpinan gereja: voorziter; Wilayah pelayanan: Indonesia; Berdiri: 1 Mei 1927 prakarsa dari F. Sutan Malu Pangabean yang sebelumnya dibawah missi zending Rheinische Missionsgesellschafr(RMG: Jerman); Situs web resmi: http://www.hki-online.or.id; e-mail: hki@hki-online.or.id; Kontak: +62(622) 23238; Kantor sinode: Jl. Melanthon Siregar No. 111, Pematang Siantar, Sumatera Utara. 

    d. HKIP
    Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP)
    Logo HKIP

    Nama: Huria Kristen Indonesia Protestan; Disingkat: HKIP; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 1992 dari proses pemisahan diri dengan HKBP; Situs web resmi: - Kontak: (0622) 7026235 - 7436483; Fax: 062 7436483; Kantor sinode: Jl. Pisang, Gg. Delima No. 2, Pematang Siantar, Sumatera  Utara.


    e. GMB
    Gereja Mission Batak (GMB)
    Logo GMB

    Nama: Gereja Mission Batak; Disingkat: GMB; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran; Pimpinan gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 17 Juli 1927; Situs web resmihttp://gerejamissionbatakgmb.blogspot.com , http://gerejamissionbatak.blogspot.com/ ; Kantor sinode: Medan dan Deli Serdang.


    f. GKLI
    Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI)
    Logo GKLI
    Nama: Gereja Kristen Luther Indonesia; Disingkat: GKLI; Klasifikasi: Protestan; Aliran: Lutheran; Pimpinan gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 18 Mei 1965 melalui proses pemisahan diri dari HKBP dengan pemrakarsa Ds. J. Sinaga; Situs web resmi: - ; Kantor sinode: Jl. Bukit Barisan I No. 17, Kec. Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasudutan, Sumatera Utara.

    g. GPKB
    Gereja Pungguan Kristen Batak(GPKB)
    Logo GPKB

    Nama: Gereja Pungguan Kristen Batak; Disingkat: GPKP; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Ephorus; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 18 Mei 1975 melalui proses pemisahan diri dengan Bataksche Christelijke GemeenteKantor sinode: Jl. H. O. S. Cokroaminoto No. 96 Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.



    h. GPP
    Gereja Protestan Persekutuan (GPP)
    Logo GPP

    Nama: Gereja Protestan Persekutuan; Disingkat: GPP; Klasifikasi: Protestan; Pimpinan gereja: Bishop; Wilayah penyebaran: Indonesia; Berdiri: 18 Mei 1975 dari hasil kesepakatan masyarakat Kristen Batak yang ingin pembaharuan di tubuh gereja, yang diplopori Ds. Santun Lumbantoruan, Ds. Pahala Tua Sihombing, dkk; Kantor Sinode: Jl.Sempurna Ujung No. 229, Kelurahan Binjai, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara. 



    Jika Anda memiliki informasi lainnya tentang gereja yang didominasi etnis Batak untuk ditambahkan pada posting ini, Anda dapat membaginya langsung pada kolom komentar, ataupun mengirim e-mail ke: bastanta.meliala@gmail.com

    Berikut daftar gereja-gereja yang dinominasi etnis-etnis dari Sumatera Utara lainnya:
    1. Nias : BNKP, AFY, ONKP, dan AMIN
    2. Simalungun : GKPS
    3. Karo : GBKP dan GIKI
    4. Angkola : GKPA
    5. Pakpak(Dairi) : GKPPD