Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Selasa, 05 Juni 2012

    Aksara Karo Bag II

    -->
     Ke-khasan Dialek Karo Yang Tegambar Pada Tulisen Karo

    Diyakini, Tulisen(aksara) Karo yang juga disebut Surat Haru(karena dulunya dipergunakan meluas di wilayah-wilayah bekas kerajaan Aru(Haru – Karo) meliputi Sumatera bagian tengah dan bagian utara)dapat dikatakan merupakan aksara yang paling populer setidaknya di kawasan Sumatera bagian utara dan tengah. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya karya-sastra klasik yang ditemukan dan disimpan oleh para kolektor-kolektor serta galeri seni di dunia, dimana dari kesemuanya itu merupakan buah tangan dari para guru(orang pintar dan bijaksana dalam segala hal) dan rakyat jelata. Jadi, di Karo bukan hanya kaum guru dan sibayak(raja, bangsawan) saja yang memiliki kemampuan baca tulis, melainkan segenap lapisan dan usia masyarakat juga demikian.

    Jika kita menelisik kepada tulisen(aksara) Karo itu, yang dipadukan denga cakap(bahasa) serta endek(logat atau dialek) Karo, maka tampak jelas ke-khasan dari tulisen karo itu yang tidak akan kita temui dalam aksara-aksara serta dialek lainnya. Dimana dalam indung surat(huruf induk/utama) yang terdiri dari 21 surat(huruf/font), ada dua indung surat yang sangat mencitrakan ke-khasan dari aksara, bahasa, dan logat Karo itu sendiri, yakni pada indung surat “NDA” dan “MBA”(“nda” dan “mba” hanya ada di Karo). Perhatikan penunjukan karakter “nda” dan “mba”, serta contoh-contoh penggunaanya dalam kata!
    Karakter "nda" dan "mba" serta contoh penulisannya dalam kata

    Sebenarnya selain bunyi  “nda” dan “mba”  yang ada dalam indung surat Karo, ada satu bunyi yang juga sangat khas dalam dialek Karo, yakni:  “nca”.  Namun  sayangnya bunyi “nca” ini tidak ada diwakili secara khusus dalam indung surat Karo, melainkan jika kita hendak menuliskan “nca” kita haru menulis: “na+penengen+ca” Perhatikan penunjukan karakter dibawah ini!
    cara penulisan bunyi "nca".
    Perhatikan juga penggunaannya pada kata-kata berikut ini!

    contoh penulisan "nca" dalam kata-kata.
     
    -->
    Perhatikan contoh penulisan “nca” diatas sangat tidak efektif, karena untuk menuliskannya setidaknya kita harus menggunakan indung surat  “na” diikuti anak surat(diakritik) penengen dan dilanjutkan dengan indung surat “ca”. Mungkin dalam hal ini saya mencoba menggabungakan ketiga karakter tersebut “na+penengen+ca”, sehingga akan tampak seperti gambar dibawah! Namun, itu masih butuh pengkajian dan kesepakatan antara sesama pengguna tulisen(aksara) Karo. Dan, berikut paduan karakter untuk membentuk bunyi “nca” berdasarkan rancangan saya!

    Tujuh karakter pengembangan untuk membentuk bunyi "nca"
    menurut rancangan Bastanta P. Sembiring.


    Comments
    1 Comments

    1 komentar:

    Mejuah-juah!