Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Jumat, 07 November 2014

    Djamin Ginting Putera Karo Kedua Yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional


    Letjen(Pur). Djamin Ginting
           
    Mejuah-juah. Letjen(Purn). Djamin Ginting satu lagi putera terbaik Karo yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia, setelah sebelumnya Kiras Bangun atau yang dikenal dengan Pa Garamata, oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2005 dalam kaitan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2005, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan merupakan orang(suku) Karo pertama yang bergelar Pahlawan Nasional.
                   
    Djamin Ginting, peria berdarah asli Karo kelahiran 12 Januari 1921 di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang beberapa bulan lalu sempat menjadi buah bibir di dunia perfileman Indonesia, melalui film yang berjudul ‘Tiga Nafas Likas’, diperankan oleh aktris cantik Atiqah Hasiholan(sbg. Likas Beru Tarigan) dan Vino G. Bastian(Sbg. Djamin Ginting), serta didukung artis-artis lainnya. Diman dalam film yang menceritakan kehidupan nyata Ibu Likas Beru Tarigan (istri Djamin Ginting) turut juga memberi pandangan bagi para penonton untuk mengenal sosok Djamin Ginting yang merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan.

    Secara singkat, dapat kita jelaskan, bahwa Djamin Ginting adalah pejuang dan tokoh militer yang paling disegani di Sumatera Utara(Pendiri dan Pangdam pertama Kodam II/BB), politisi jenius(juga salah satu tokoh penggerak pendirian GAKKARI cikal bakal GOLKAR dan anggota DPR RI), dan pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Kanada, disamping karir dan karya beliau lainnya.

    Djamin Ginting dan Likas Beru Tarigan
    Kini nama Djamin Ginting kembali menjadi sorotan nasional, dimana Pemerintah Repoblik Indonesia melaui Presiden RI akan menganugerahi gelar Pahlawan Nasional sebagai penghargaan bagi jasa-jasa beliau selama hidupnya hingga berpulang ke Maha Kuasa di Ottawa, Kanada 23 Oktober 1974. Tanggal 7 November 2014 ini akan menjadi hari besar bagi bangsa ini dan khususnya juga bagi masyarakat Karo, dimana Presiden RI ke-7 Ir. Joko Widodo akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada empat(4) tokoh/pejuang yang berjasa kepada bangsa negara Indonesia, yakni: 1. Sukarni Kartodiwerjo (asal Jawa Timur), 2. Muhammad Mangundiprojo (asal Jawa Tengah), 3. KH Abdul Wahab Hasbullah (asal Jawa Timur) dan 4. Letjend(Purn). Djamin Ginting(asal Karo, Sumatera Utara).

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, penganugerahan gelar pahlawan bagi keempat orang ini telah sesuai dengan prosedur yang ada, yakni lewat rapat pleno gelar pahlawan nasional, Pemberian gelar itu sudah seuai UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar tanda jasa dan tanda kehormatan,” lanjut Khofifah, dimana sebelumnya keempat tokoh ini harus bersaing dengan dua belas(12) nama lainnya.


    Jasmerah: Jangan sekali-kali lupakan sejarah. Mejuah-juah..., mejuah-juah... mejuah-juah Indonesia.!



    Comments
    3 Comments

    3 komentar:

    1. Idenya sangat inspiratif. Terima kasih dan salam kenal.
      Tolong kunjungi balik web saya http://audisimitrapengusaha.com

      BalasHapus

    Mejuah-juah!