Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Kamis, 26 Maret 2015

    Pijer Podi(Bag 3: Prakteknya)

    Oleh: Bastanda P. Sembiring (Medan) 

    pijer 2
    Sanggar Seni Sirulo
    bastantaMejuah-juah. Sekarang ini, hampir di seluruh wilayah Indonesia dapat ditemukan orang Karo. Bahkan hingga ke luar negeri. Baik yang hidup sendiri-sendiri jauh dari komunitas Karo ataupun yang berkelompok dan membentuk perkumpulan orang Karo. Artinya, orang Karo telah terpencar dari wilayah-wilayah Karo.
    Bahkan pada dasarnya, Karo itu sendiri telah terbagi-bagi menurut kelompok wilayah adatnya, dialek dan aksen bahasa, bahkan hingga adat praktisnya. Namun, itu semua bukan jadi masalah selama orang Karo memegang teguh motto pijer podi dalam menjalankan sangkep nggeluh. Dan, itu terbukti.


    hidup dan diikat erat, kokoh, dan indah

    Untuk itu, tentunya motto pijer podi perlu kembali dihidupkan dan menjadi semboyan hidup bagi semua masyarakat Suku Karo atau yang telah dikarokan. Dengan itu kita hidup dan diikat erat, kokoh, dan indah dalam ikatan persaudaraan Karo yang kita kenal dengan Sangkep Nggeluh Kalak Karo.
    Menanggapi hal ini, saya tertarik dengan motto yang dikemukakan Pdt. Edi Suranta Ginting kepada setiap anggota dalam lembaga yang beliau pimpin dengan KKK(3K)-nya. Yakni: 1 Kristus, 2 Karo, dan 3 Kaya.
    Dalam hal ini, mengingat masyarakat Karo hidup dalam kepercayaan yang beraneka ragam, maka “K(Kristus)” yang pertama saya ganti dengankiniteken, dan menambahkan satu “k” lainnya, yakni: keluarga (jabu: kekeluargaan).
    Menurut saya, erat dan teguhnya suatu komunitas(-Karo) dapat terjadi apabila didasari pada 4K yang menjadi perayaken (target pencapaian) bersama setiap masyarakatnya, yakni:
    Kiniteken (kepercayaan), Kinikaron (tradisi), Keluarga (jabu: kekerabatan/kekeluargaan), dan Kinibayaken (kekayaan). Akan menjadi indah pula jika 4S sebagai pegangan untuk mengukir 4K sebagai perayaken di atas, yakni: Sitandan (saling mengenal/memahamai), Siajar-ajaren (saling mengajari, memperingatkan, berbagi ilmu, dlsb) Sisampat-sampaten (saling membantu), dan Sikeleng-kelengen (saling mengasihi dan menyayangi).
    Pertemuan antara 4K dan 4S dalam berperan/menjalankan sangkep nggeluh akan menghasilkan pijer podi (4K+4S= Pijer Podi), yakni: ikatan yang erat, kokoh, dan indah.”
    Mejuah-juah. @KARO_ERDILO.
    Sebelumnya SELESAI.

    Artikel terkait:
    Artikel ini sebelumnya telah terbit di sorasirulo.com dengan link berikut: http://www.sorasirulo.com/2015/03/20/pijer-podi-3-praktek/#comment-1073


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!