Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Minggu, 14 Juli 2013

    Buku: Mengenal Orang Karo Jelas Menyuarakan KBB


    Mengenal Orang Karo : Roberto Bangun (1989)
    Buku: Mengenal Orang Karo, Oleh: Roberto Bangun


    Buku “MENGENAL “ORANG KARO””  oleh: Roberto Bangun(1989), yang merupakan rangkuman dari cerita, fakta sejarah, tradisi, ulasan, terkhususnya pernyataan dari tokoh-tokoh Karo dan non-Karo jelas menyatakan bahwa Karo Bukan Batak(KBB), namun mengapa generasi muda Karo dimasa sekarang ini malah mengaku dirinya adalah Batak?

    Berikut isi dari buku “MENGENAL “ORANG KARO”” oleh: Roberto Bangun.

    1.    Sambutan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi: Soesilo Soedarman(hal depan setelah sampul)
    2.    Sekapur Sirih, dari penyusun: Roberto Bangun(hal. D – E)
    3.    Sambutan Ketua I Yayasan Adat Budaya Karo Sumatera Utara: Drs. Teridah Bangun(hal. F – H)
    4.    Sambutan: Makmur Perangin-angin Bangun Mulia (hal. I)
    5.    Sepatah Kata: Djaja Sembiring Pelawi(Yayasan Pendidikan Bangun)(hal. J – K)

    (BAB I)
    6.    MENGENAL MASYARAKAT KARO: Pendahuluan (hal. 1 – 5)
    7.    Silsilah Si Raja Batak (hal. 6 )
    8.    Sitor Situmorang: “Marga Merupakan Organisasi Tertinggi Dalam Masyarakat Batak” dan “Kerajaan Batak Tidak Ada.” (dari: Majalah Batak dan Pariwisata, Medan 1986)(hal. 7 – 8)
    9.    Gbr. Rumah Adat Karo di Desa Susuk(1967) dan Gerbang TAHURA BB(Foto: Nelson Karo-karo)(hal. 9)
    10. SILSILAH MERGA DAN BERU ORANG KARO DAN CABANGNYA (hal. 10 – 19)
    11. SEJARAH SUKU KARO (oleh: Biak Ersada Ginting) (hal. 20 – 35)
    12. LEGENDA SUKU KARO/DARI PAGARUJUNG (dari terjemahan Pustaka Kembaren oleh J.H. Neumann, Raya, Agustus 1926) (hal. 36 – 43)
    13. “Karomergana”, oleh: H. G. Tarigan (hal. 44 – 47)

    Surat dari Prof. Masri Singarimbun kepada Roberto Bangun (Mengenal Orang Karo: Hal. 50)
    Surat dari Prof. Masri Singarimbun
     BAB II: Beberapa alas an orang Karo bukan sub Batak
    14. “Turang” bukan dari Tapanuli, oleh: Tiarta Sebayang, SE (Dept. Keuangan Jakarta Pusat) (hal. 48)
    15. Terlampir Surat keterangan dari Kepala desa Perbesi: Ingan Pulung Sinulingga tentang identitas Karo, dan dalam catatan kaki surat senada juga di – kirimkan kepada Roberto Bangun dari Kepala Desa Sukajulu, Pernantin, dll, tertanggal 30 Maret 1989. (hal. 49)
    16. Surat Keterangan dari: Prof. Masri Singarimbun, tertanggal 20-5-1989(hal. 50)
    17. Surat Penjelasan dari H. Neumann(Putra J. H. Neumann) dengan kepala surat: “Handmolen 18, 1035 AP Amsterdam, Nederland.” Tertanggal 15 Juni 1989 (hal. 51 – 52)
    18. “Adakah Kesenian Tradisional Batak?”, Oleh: Edi Nasution. Dari Majalah TEMPO, 7 Oktober 1989(hal. 52)
    19. Surat: Biak Ersada Ginting(Hal. 53 – 54)
    20. KARO DALAM PERGAULAN NASIONAL, oleh: T. K. Purba (hal. 55 – 60)
    21. “Masyarakat Karo Tak Pernah Berkepercayaan Batak”. Oleh: H. Djamaludin Tarigan (hl. 61 – 64)
    22. “Suku Karo Bukan Bagian Suku Batak”. Jumpa pers H. Djamaluddin Tarigan dan Manager PRJ, Jakarta 1989(juga dimuat di Harian Jayakarta)(hal. 65 – 68)
    23. Penjelasan mengenai identitas Karo dari tokoh-tokoh Karo, seperti: Drs. Teridah Bangun, Tengku Lukman Sinar, Ir. Budhi K. Sinulingga, Mohamad Said(Pimpinan Umum Waspada),  Pdt. A. Ginting Suka, S. Th(Moderamen GBKP), Pdt. E. P. Ginting, S. Th, DPS(cand), Sakti Slamet S., H. Neumann  (hal. 69 – 85)
    24. Foto-foto(hal. 85 – 91)

    Surat dari Kepala Desa Perbesi: Ingan Pulung Sinulingga kepada Roberto Bangun (Mengenal Orang Karo: Hal. 49). Surat senada juga dikirimkan oleh: Kepala Desa Suka Julu, Pernantin, dll.
    Surat dari Kepala Desa Perbesi
    BAB II
    25. ETIMOLOGI BAHASA TIDAK DIPERHATIKAN PENGARANG – PENELITI DAHULU DAN SEKARANG MENGENAI “KALAK KARO.” ??? (hal. 92 – 96)
    26. Pengertian Masyarakat Karo (hal. 97 – 99)
    27. Lokasi Domisili Mayoritas Karo (hal. 99 – 101)
    28. Hasil Perkawinan Orang Umang (hal. 101 – 102)
    29. Kerajaan AROE Digempur (hal. 102)
    30. Bangsa Karo Terikat Satu Bahasa (hal. 102 -105)
    31. Pengaruh Aceh Di Tanah Karo (hal. 106 – 107)
    32. Belanda Ke Tanah Karo (hal. 107 – 108)
    33. “PERJUANGAN ORANG KARO MELAWAN BELANDA”. Oleh: DR. Ir. Pirman Bangun, M. Sc.(hal. 109 – 111)
    BAB IV
    34. Beberapa Bagian Adat Istiadat Karo (hal. 112 – 140)
    35. SEDIKIT CATATAN TENTANG UPACARA – UPACARA DI DAERAH KARO. Oleh: T. S. Unggas P. K. (hal. 141 – 145)

    BAB V
    36. KEBUDAYAAN DAN BUAH AKAL MANUSIA KARO (hal. 146 – 154)
    37. RAGAM HIAS ORNAMEN KARO. Oleh: Adrianus G. Sitepu (hal. 155 – 171)
    38. Kerajinan Tangan (hal. 172 – 173)
    39. Foto-foto (hal. 174 – 175)

    BAB VI
    40. AKSARA, HARI, BULAN, WAKTU, DAN ARAH MATA ANGIN (hal. 176 – 184)

    BAB VII
    41. SIKAP LAKU ORANG KARO DAN PANCA SILA (hal. 185 – 192)

    BAB VIII
    42. PENUTUP (hal. 193)
    43. SUMBER BACAAN (hal. 194)
    44. DAFTAR NAMA KECAMATAN DAN DESA-DESA KARO DI DATI II DELI SERDANG (hal. 195 – 196)
    45. Foto-foto.




    Dari H. Biak Ersada Ginting kepada Roberto Bangun(Mengenal Orang Karo: Hal. 53-54)
    Demikianlah isi dari buku “MENGENAL “ORANG KARO”” yang dirangkum oleh: Roberto Bangun, dari tradisi, informasi, fakta sejarah, dan keterangan tokoh-tokoh Karo dan non-Karo yang jika disimpulkan, tidak ada yang memberi kesimpulan bahwa Karo adalah sub Batak. Jadi, dari buku ini dapat kita simpulkan bahwa dari catatan sejarah, opini, tradisi, logika, dan penegasan dari tokoh-tokoh Karo dan non-Karo, bahwa KARO BUKAN BATAK (KBB)!


    Sitor Situmorang: "Marga Merupakan Organisasi Tertinggi Dalam Masyarakat Batak" dan "Kerajaan Batak Tidak Ada" dimuat dalam: Majalah Budaya Batak dan Pariwista, Medan 1986



    Comments
    4 Comments

    4 komentar:

    1. Terimakasih atas informasinya. mohon maaf, apakah ada e-book utk buku "Mengenal Orang Karo". jika ada, boleh saya minta untuk dikirimkan ke e-mail saya : jhonson.agustinus@gmail.com

      bujur turang, Tuhan Yesus simasu-masu kam

      BalasHapus
      Balasan
      1. Mejuah-juah, Impal Jhonson Agustinus
        Yang kami tau tidak ada bentuk e-booknya dan kami tidak dapat(bukan kewenangan kami) dalam mengadakan dalam bentuk e-book. Jadi, kami mohon maaf dalam hal ini. Dan, satu jalan yang mungkin dapat ditempuh untuk memperoleh buku ini dengan menghubungi penerbitnya:

        YAYASAN PENDIDIKAN BANGUN:
        Jl. Lanji No. 2 Kel. Papanggo,
        Jakarta Utara

        Demikian alamat yang tertera di buku ini. Mejuah-juah Tuhan Yesus Si Masu-masu.

        Hapus
    2. Mejuah-juah,
      KBB (Karo Bukan Batak)?? penegasan KBB tampaknya sulit, karena organisasi agama yang besar dan dikenal yang telah lama berdiri menurut sejarahnya ada sejak 1890 kemudian tahun 1941 dalam sinode pertama bahwa Karo adalah Batak Karo, sampai dengan sekarang tahun 2013.
      Bagi yang melihat dan mengetahui bahwa pengakuan "banyak" Orang Karo mengatakan bahwa dia adalah Batak Karo yang tidak terbantahkan.
      Bujur

      BalasHapus
      Balasan
      1. Biar mereka mengaku apa.! Lantas, apakah kita pasrah dengan pengakuan mereka? Si bahan ka ajangta kade-kade. Hehhehee...
        Mejuah-juah. BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL !

        Hapus

    Mejuah-juah!