Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Jumat, 03 April 2015

    Roberto Bangun Tidak Melawan TUHAN

    Oleh: Bastanta P. Sembiring (Medan)

    bastantaroberto 3Sebuah foto diunggah di grup facebook Jamburta Merga Silima (JMS) dengan keterangan, “La piga pang bagi ni bulang enda Roberto Bangun si mindo irubah kata-kata ibas “Pertoton Bapa Kami” (Nusur ku begu irubah jadi Nusur ku doni kematen).” Kemudian, tanpa mau memahami yang menjadi pokok persoalan ada akun dengan sumbang berkata, kalau Roberto Bangun sedang menantang ataupun melawan Tuhan.
    Hal pertama yang perlu diperhitungkan, dalam beberapa versi Doa Bapa Kami, tidak pernah ada ditemukan kalimat, nusur ku begu ataupun terjemahan yang senada pada versi bahasa manapun.


    yang beliau protes itu adalahPengakuan Iman Rasuli

    Ke dua, dari analisa saya berdasarkan keterangan di atas, yang diprotes oleh Pak Bangun bukanlah “Doa Bapa Kami” yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sebagaimana tertulis di Alkitab, atau dalam bahasa Karonya dikenal dengan Pertoton Tuhan/ Pertoton Bapa Kami. Tetapi yang beliau protes itu adalahPengakuan Iman Rasuli atau dalam versi Karonya, Pengakun Kiniteken Kalak Kristen.
    Perlu diketahui, Pengakuan Iman Rasuli (Pengakun Kiniteken), bukanlah kata-kata dari Tuhan Yesus (lihat Alkitab), tetapi adalah tradisi dalam gereja, seperti halnya tradisi sidi atau gereja Karo katakanngawan, yang pada dasarnya tidak memiliki landasan Alkitabiah.
    Kemudian timbul pertanyaan, apakah dengan meminta perbaikan bahasa dalam Alkitab, itu sama dengan melawan Tuhan?
    roberto 4Perlu diingat,  bahasa asli Alkitab, yakni Ibrani untuk Perjanjian Lama (PL) dan Yunani untuk Perjanjian Baru (PB). Dari sejarah kekeristenan di Karo, missionaris asal Belanda lah yang pertama kali menterjemahkan Alkitab ke Bahasa Karo. Kemungkinan besar, beliau menterjemahkannya dari Bahasa Belanda, bukan Ibrani ataupun Yunani. Penterjemahan dari Yunani dan Ibrani ke Belanda pun sudah mengalami banyak perubahan makna dan banyak kata tidak memiliki makna terjemahan standart, lebih kepada makna tafsiran. Demikian juga saat diterjemahkan ke Bahasa Karo dari Bahasa Belanda.
    Seperti contoh, “Apakah engkau benar mengasihi Aku […]?” tanya Yesus kepada Petrus. Pertanyaan ini diulang Tuhan Yesus sebanyak 3 kali kepada Petrus. Mengapa? 


    kita temukan kata “agapos” dan “philia”

    Saya tidak mau memberi tafsiran, tetapi saya kasi kata kuncinya, yakni lihat versi Alkitab Yunani. Di sana akan kita temukan kata “agapos” dan “philia” yang di dalam Bahasa Indonesia sama-sama diterjemahkan “kasih” dan dalam Bahasa Karo adalah “kekelengen”.
    Ke dua, Alkitab berbahasa Indonesia dan bahasa Karo yang selama ini kita pakai pun telah menjalani beberapa kali perbaikkan. Artinya, perbaikan selalu dilakukan untuk menyempurnakan kata-kata di dalamnya dan menyesuaikannya dengan keadaan pengguna.
    Maka, jika ada seseorang yang melihat kesalahan atau kekurangan dalam penulisan Alkitab (terjemahan), maka itu sama artinya dia membaca Alkitab dengan teliti. Jika ada komentar yang mengatakan Roberto Bangun melawan Tuhan, itu pernyataan yang  prematur dan sangat keliru.
    Mejuah-juah.

    Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di sorasirulo.com, dengan link:http://www.sorasirulo.com/2015/03/30/roberto-bangun-tidak-melawan-tuhan/

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!