Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Kamis, 19 Mei 2011

    19 Mei 2011


    Sepertinya orientasi perjuangan kekaroan kita saat ini sudah perlu diubah, jangan hannya tertuju ke Tanah Karo saja. Sebab untuk membesarkan Karo tidak hanya tertumpu pada pembangunan Tanah Karo semata, melainkan pembangunan jiwa Karo yang seutuhnya. Artinya semua aspek pendukung eksistensi bagi kejayaan Karo harus mengalami dan merasakan apa yang dimaksud dengan “Mengembalikan Kejayaan Karo (Haru)!.”

    Sebaba, kita ketahui! Kekuatan Karo sesungguhnya bukan hanya terletak di Tanah Karo, namun kita juga perlu memperhitungkan Deiri, Deli Serdang, Langkat, Binjai, Medan, dan daerah-daerah lainnya yang memiliki potensi pengembangan eksistensi kekaroan.

    Sejarah mencatat kebesaran dan eksistensi masyarakat Karo di beberapa daerah tersebut diatas, tetapi mengapa kita sebagai generasi penerus yang seharusnya lebih lagi mempersatukan visi Karo ini, malah membuat jurang pemisah diantara kita. Seharusnya ini keuntungan bagi kita, namun malah menjadi kelemahan yang membuat kita tercerai berai.

    Kita harus sadar, potensi kekuatan geopolitik Karo sebenarnya sangatlah luas, camkan itu! Tetapi, apakah kita tidak sadar ataukah memang kita sulit untuk disatukan? Entahlah! Sejarah yang seharusnya dapat kita manfaatkan sebagai senjata, kini malah menjadi momok menakutkan bagi kita.

    “Karo Gugung, Singalur Lau, Karo Deli, Karo Binge, Karo Jahe, dll. Entah apapun istilah atau pengelompokan itu.! Bukankah istilah-istilah itu menunjukkan kebesaran dan eksitensi kita di beberapa wilayah, kok malah jadi membuat kita lemah...??? Hehehe.. (Aku’pe teori sj nge, prktkna.... Hahahah..! ;-))

    Enggo mena! Hehehehe...

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!