Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Rabu, 29 Januari 2014

    Mengapa saya harus mengaku Batak

    Mengapa saya harus mengaku Batak?

    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Bila hati nurani saya katakan: saya orang Karo, bukan Batak.
    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Jikalau bapa(ayah) saya katakan, “Kita kalak Karo labo Batak!” Dan nandé (ibu) saya selalu bilang: “Kalak Batak oh.”
    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Padahal nini bulang(kakék) saya tidak pernah berkata ‘kita kalak Batak’, tetapi selalu dia menyebut: kalak Batak oh (orang Batak itu) ataupun kalak Teba oh (orang Toba itu).
    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Jikalau saat bertemu keluarga saya, saya selalu katakan “Mejuah-juah.” Bukan: “Horas.”
    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Jikalau tanah nini-nini (leluhur) saya adalah Taneh Karo Simalem, bukan Tano Batak.
    • Mengapa saya harus mengaku Batak; Jikalau memang saya orang Karo, bukan Batak...????  
    Jawabnya: Saya Karo bukan Batak! Merekalah yang sesuka hatinya mengatakan kami Batak, yang sesungguhnya mereka sendiri tidak tahu, karena mereka tidak pernah merasakan bedanya merasakan jadi Karo dan jadi Batak. Mereka hanya berkesimpulan dari apa yang mereka lihat dan dikatakan orang lainnya. ‘Mirip’, kata mereka! Menurut saya monyet dan manusia juga mirip. ‘Mirip’, kata mereka. Menurut saya Jepang dan Cina juga sama-sama putih dan bermata cipit. ‘Mirip’, kata mereka! Memangnya mirip sudah pasti sama? Ola ka kin peserindu ‘bengkala’ ras ‘bengkila’ teman. Tetapi, pernahkan mereka perhatikan monyet  dan manusia? Ataupun memperhatikan bangsa Jepang dan Korea. Rusia dan Ukraina yang walaupun sama-sama pucat yang kita katakan mirip, tetapi berbeda dalam rasa dan cara berfikirnya. Itulah perbedaan yang mutlak. Tidak usah jauh, coba rasakan bagaimana rasanya berbicara dengan orang Karo dan orang Batak, tentunya sangat berbeda. Itulah perbedaan yang mutlak tadi, yakni: rasa dan cara berfikirnya.

    Saya Karo bukan Batak, tidak usah susah-susah melalui pembuktian DNA, antropologi, etimologi, dan apalah itu. Karena rasa  dan cara berfikir saya mencitrakan saya Karo, bukan Batak! Sebab, jika dipandang dengan mata dan kalian katakan mirip, saya mirip Jawa dan jika dipoles sedikit maka mirip orang Korea. Apakah saya orang Jawa dan Korea? Tentu tidak! Mejuah-juah. :D


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mejuah-juah!