Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Kamis, 31 Mei 2012

    Murbab Karo


    "Murbab" alat musik Karo ber-dawai. Sumber: Google Search.
    "Murbab" adalah salah satu instrumen(alat) musik tradisional Karo, yang adalah merupakan alat musik  dalam kategori instrumen ber-dawai. Murbab merupakan satu-satunya alat musik tradisional Karo yang dimainkan dengan cara menggesek. Dan dulunya, murbab ini dipermainkan secara solo(tunggal) ataupun juga ansambel dalam posisi sebagai melodi.  

    Dimasa kolonial hingga zaman kemerdekaan, alat musik murbab ini sering digunakan dalam kelompok-kelompok ronggeng Karo-Melayu di kawasan Karo Jahé(Dusun Deli/Deli-Serdang), namun seiring dengan perkembangan zaman dan gemerlap dunia hiburan yang notabene-nya menawarkan warna-warna baru dalam dunia musik nusantara, maka perlahan instrumen musik tradisional ditinggalkan begitu juga dengan murbab ini, dan bahkan bisa dikatakan telah punah.

    Saya sedikit beruntung karena pernah melihat dan mendengarkan murbab ini secara langsung, dimana Nini Bulang(kakek) saya yang merupakan seorang guru dan pemimpin salah satu kelompok ronggeng Karo-Melayu(Sada Perarih - Senembah) di kawasan Urung Senembah, dulunya sering memainkan alat ini hingga akhirnya diganti dengan violin(biola); dan bahkan grup ronggeng yang dimotorinya juga bubar dan hal ini tentunya juga turut serta dalam proses punahnya beberapa alat musik tradisional Karo-Melayu Deli khususnya murbab ini.   

    Comments
    4 Comments

    4 komentar:

    1. Tidak ada sama sekali yg bisa memproduksinya ya mpal?..saya perhatikan mirip alat musik tionghoa ya..
      kalau disini (Jakarta) kalau ga salah namanya Kecapi dan masih sering dipakai untuk mengiringi Ondel ondel keliling..

      BalasHapus
    2. Iya impal'q.. kalau dipandang-pandang memang seperti yang dipake orang CIna n Betawi.. Hehehe...

      Andai saja masih ada yang punya, kita bisa buat duplikatnya.
      Bujur 'n mejuah-juah, Impal'q.

      BalasHapus
    3. GK NYANGKA TERNYATA DI KARO JUGA ADA ALAT MUSIK GESEK KAYAK BIOLA YA?
      HM..

      BalasHapus

    Mejuah-juah!