Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Jumat, 05 Oktober 2012

    Belajar bahasa Karo dengan menterjemahkan lagu Karo #3

                Pada tulisan sebelumnya, kita sudah mencoba menterjemahkan dua lagu Karo, yakni: “Ué,ué” karya: Djaga Depari dan “Taneh Karo Lanaibo Banci Terlupaken” karya dari: Bastanta P. Sembiring (lihat partitur). Pada tulisan berikut ini, masih berkaitan dengan belajar cakap(bahasa) Karo dengan menterjemahkan lagu Karo  yang berbahasakan Karo ke dalam bahasa Indonesia. Kali ini kita memilih salah satu lagu berthemakan rohani yang diambil dari buku “Suplemen Penambahen Ende-enden GBKP Jilid III” yang kita ambil dari nomor 173 : 1 dan 2 yang berjudul “Babalah persembahen simerimna(lihat partitur!).” Berikut syairnya!


    Babalah Persembahen Simerimna

    Kuadep-adepen Dibatanta
    Babalah korban pujin si mehaga
    Ku lebé altarNa Sibadia

    G’lah tetap b’réna pasu-pasuNa
    Man k’rina manusia
    G’lah tetap b’reNa pasu-pasuNa
    Terpuji gelar Tuhan.

    Babalah persembahen si jiléna
    Ku rumah Dibata Siperkuah
    Babalah korban pujin si merimna
    Ku adep-adepen Sierkuasa

    G’lah tetap b’éna keleng atéNa
    Ras lias atéNa banta
    G’lah tetap b’réNa pasu-pasuNa
    Segedang-gedang geluhta.

                Berikut kata-kata dalam cakap Karo dan artinya dalam bahasa Indonesia yang dapat Anda rangkaikan.

    | Baba: bawa | lah: lah | persembahen: persembahan | si: si, yang | merim: harum, wangi | na: nya | ku: ke(arah, tujuan), ku(aku, saya) | adep: depan; adep-adepen: kehadapan | Dibata: Allah, Tuhan | [n-]ta: kita, milik kita | korban: korban, kurban(persembahan) | pujin: pujian | mehaga: [paling-, sangat-]berharga, agung | lebé: depan, hadapan | altar: altar | Na: Nya(N: kapital menyatakan Tuhan) | badia: agung, suci, tak bercela(tak bernoda) | G’lah(gelah): agar, supaya | tetap: tetap, terus menerus, tak henti, selalu |  b’ré(beré): beri | pasu-pasu: anugrah, ulas asih Tuhan | man: makan, untuk, buat, kepada | k’rina(kerina): semua | gelar: nama | [me-]jilé: indah, cantik | perkuah: pengasih | Si: Si(Tuhan), Yang | erkuasa: berkuasa | keleng: sayang | até: mau, hati, hendaknya | ras: dan | lias: sayang, kasih, ramah | banta: kepada kita, untuk kita | gedang: panjang; segedang-gedang: sepanjang, selamanya | geluh: hidup. |
     Selamat mencoba. Mejuah-juah.



    Comments
    2 Comments

    2 komentar:

    Mejuah-juah!