Mejuah-juah.     Selamat datang di blog sederhana kami: "Rudang Rakyat Sirulo".   Mejuah-juah. Kami minta maaf jika diwaktu dekat ini akan ada sedikit gangguan atau ketidak nyamanan pengunjung terhadap tampilan blog ini, sebab direncanakan dalam waktu dekat blog ini akan melakukan perbaikan. Terima kasih atas kunjungan anda.   Terus dukung dalam doa, untuk Taneh Karo Simalem yan kita cintai segera dipulihkan    Mejuah-juah.        RUDANG RAKYAT SIRULO COMUNITY menerima donasi dari pihak-pihak yang hendak/peduli dengan blog ini, yang ingin berinfestasi. Hal ini ditujukan untuk menghidupkan terus blog ini, serta meng-UPGRADEnya ke wensite berbayar demi kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang tertarik silahkan hubungi e-mail: bastanta.meliala@gmail.com. Terima kasih.
Mejuah-juah.   Rudang Rakyat Sirulo Comunity, mengundang partisipasi dari pemcaba untuk mendukung eksistensi blog ini, dengan mengirimkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Karo ke e-mail: bastanta.meliala@gmail.com    RRSC juga mengundang para pengunjung blog untuk ikut serta membangun jaringan RRSC dengan cara menyampaikan donasi untuk meng-UPGRADE blog ini ke versi berbayar, hal ini dianggap perlu untuk memberi kualitas konten dan kenyamanan pembaca.   Bagi anda yang tertarik untuk mendukung dan ikut serta membangun jaringan RRSC, anda dapat menyampaikan donasi anda ataupun berinfestasi di blog ini. Silahkan hubungi e-mail admin di BASTANTA.MELIALA@GMAIL.COM    Mejuah-juah.
    <--> MEJUAH-JUAH <-->

    Senin, 01 Oktober 2012

    Belajar cakap(bahasa) Karo #3


    I tiga     : Di pasar

    Pasar dalam cakap(bahasa) Karo adalah tiga. Dalam kehidupan masyarakat tradisional Karo, tiga(pasar) bukan hanya tempat bertemunya penjual dengan pembeli(tempat perdagangan), akan tetapi,  juga sudah suatu kebiasaan tiga(pasar) ini merupakan sebuah hiburan atau tempat untuk membuat janji dan bertemu kolega. Berikut beberapa kata yang sering dipakai dalam dialog(percakapan) di tiga.

    Tiga :  Pasar, tempat berusaha, tempat berdagang, tempat bertemunya orang-orang dari kuta-kuta(desa) untuk membuat sebuah perjanjian.
    Jumpa : jumpa, bertemu.
    Jering  :  Jengkol.
    Perira, parira  : Pete.
    Manuk  :  Ayam.
    Jukut  : Daging, daging yang berwarna merah dan tidak berlemak.
    Gulén-gulén  : Sayur mayur.
    Iket  : Ikat.
    Kilo  : Kilogram.
    Ons  : Ons.
    Piga  : Berapa(untuk menanyakan jumlah).
    Sekai  : Berapa(untuk menanyakan harga).
    Bias, cukup : Cukup.     
    La[-ng] : Tidak, bukan, salah.
    Ue  : Iya, benar.
    Até : hati, ingin, mau.
    Adi : Jika, [jika-]kalau, bila.
    Kin : rupanya.
    Banci : bisa.
    Urak : [ber-]kurang, susut.
    Denga: juga, masih.
    [m-]buat : [meng-]ambil.
    Rega, herga : harga; regana: harganya; meherga: mahal, berharga; merga: mergamarga, mahal, berharga, dll.
    Bahan  : Buat.
    Sen, duit : Uang, duit.
    Lihat kata lainnya di Kamus Bahasa Karo Online.


    Contoh dalam kalimat.

    Sekai gulén-guléndu é, bibi?
    (Berapa harga sayur-mayurnya, bibik?)
    Piga kilo kin aténdu?
    (Mau ngambil berapa kilo kam rupanya?)
    Sekai kin adi sekilo?
    (Kalau sekilo berapa ?)
    Empat ribu nge sekilo, tapi adi mbuat dua kilo kam banci denga nge urak.
    (Hanya empat ribu sekilo, tapi kalau Kam ambil dua kilo masih bisa kurang)
    Sekilo saja pé enggo bias é, bibi. Adi banci urakindu min regana.
    (Sekilo saja pun sudah cukup, Bibi, kalau bisa Kam kurangi harganya.)
    Sekai kin aténdu, permen?
    (Mau Kam berapa rupanya, permen?)
    Telu ribu saja bahan yah, Bi.
    (Tiga ribu saja buat ya, Bik?)
    Lenga mbera, permen. Modal denga kel é. Uga adi telu ribu lima ratus saja sibahan?
    (Belum bisa, permen. Masih modal itu! Bagaimana kalau tiga ribu lima ratus saja kita buat?)
    Lanai kin banci denga urak é, Bibi?
    (Apa tidak bisa lagi kurang, Bibi?)
    Lang, permen! Ė pé enggo murah kel ku bahan é man bandu. Uga dagé yah, sekilo ndai bandu?
    (Tidak bisa lagi permen! Ini pun sudah murah ku buat untuk Kam. Jadi bagaimana, sekilo tadi sama Kam?)
    Ué yah, Bibi. Bahan sekilo.
    (Iya lah, Bibi. Buat sekilo.)
    Ėnda, permen.
    (Ini, permen.)
    Ėnda senna, Bibi.  
    (Ini uangnya, Bibi.)
    Bujur.
    (Trima Kasih.)

    bersambung ...

    Lihat juga:

             
    Comments
    4 Comments

    4 komentar:

    1. mejuah-juah!..
      bujur y, gundari ku jadi banci cakap karo sikit2..

      BalasHapus
      Balasan
      1. saya kalak sunda, pengen belajar cakap karo, tapi susah banget, kalo toba mandailing masih banyak yang ngerti, pelan pelan sitik sitik, bujur mejuah juah

        Hapus

    Mejuah-juah!